Translate

Senin, 05 September 2011

PEMERIKSAAN TONUS DAN REFLEKS

Tonus (otot) adalah kontraksi otot yang selalu dipertahankan keberadaannya oleh otot itu sendiri. Sedangkan yang dimaksut dengan refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang singkat dan tidak melalui otak. Urutannya sebagai berikut IMPULS–>RESEPTOR/INDRA–>SARAF SENSORIK–>SUMSUM TULANG BELAKANG–>SARAF MOTORIK–>EFEKTOR/OTOT.

liat video pemeriksaan : TONUS OTOT.FLV

1.       Pemeriksaan tonus otot
Pemeriksa harus menggunakan kedua tangannya.  Pemeriksa menggerakan secara pasif  lengan bawah sendi siku dan tungkai bawah di sendi lutut berulangkali secara perlahan kemudian secara cepat. Tahanan yang terasa oleh pemeriksa sewaktu menekuk dan meluruskan bagian anggota tubuh harus dinilai menurun, normal atau meningkat. Tonus yang meningakt dirasakan dengan tingkat kesulitan dalam menekuk dan meluruskan lengan bawah sendi siku dan tungkai bawah di sendi lutut. Sedangkan jika tonus hilang, tidak terasa ada hambatan waktu menekuk dan meluruskan lengan bawah sendi siku dan tungkai bawah di sendi lutut.

2.       Pemeriksaan refleks fisiologis
Yang dimaksud adalah muscle strech reflexes, gerak yang muncul sendiri akibat rangsangan terhadap tendo atau periosteum atau kadang-kadang terhadap tulang, sendi facia atau aponeurosis. Yang menimbulkan refleks adalah muscle strech. Rangsangan tendo tersebut paling mudah diberikan pada tendo. Oleh karena rangsangan disalurkan melalui organ sensorik yang lebih dalam misalnya gelendong neuromuskular maka ada pula yang menyebutnya sebagai refleks propioseptif

3.       Dasar pemeriksaan refleks
a.       Alat yang digunakan adalah refleks hammer yang umumnya terbuat dari karet.
b.      Penderita harus dalam posisi yang seenak-enaknya dan santai. Bagian tubuh yang akan diperikasa harus dalam posisi sesuai sehingga gerakan refleks otot yang terjadi akan muncul dengan optimal.
c.       Rangsangan harus diberikan secara cepat, langsung dan kerasnya tetap dalam batas ambang, tidak perlu terlalu keras.
d.      Sifat reaksi tergantung tonus otot, maka tonus yang diperiksa harus dalam keadaan sedikit kontraksi. Jika akan membandingkan refleks kiri dan kanan maka posisis ekstremitas harus simetris.
4.       Penilaian hasil pemeriksaan refleks
Kriteria kuantitas yang dipakai:
0      = negatif
+1 = lemah (dari normal)
+2 = normal
+3 = meninggi, belum patologik
+4 = hiperaktif, sering dosertai klonus, sering merupakan indikator suatu penyakit

5.       Jenis-jenis pemeriksaan refleks
a.       Pemeriksaan refleks biceps
·         Penderita duduk dengan santai
·         Lengan dalam keadaan lemas, lengan bawah dalam posisis antara fleksi dan ekstensi serta sedikit pronasi
·         Siku penderita diletakkan pada tangan atau lengan pemeriksa
·         Pemeriksa meletakkan ibu jarinya diatas tendo biceps, kemudian pukul ibu jari tadi dengan refleks hammer. (tanpa menggunakan ibu jari juga bisa, agar rangsangan lebih terasa)
·         Reaksi utama adalah kontraksi otot biceps dan kemudian fleksi tangan bawah.
·         Oleh kareana biceps juga merupakan supinator untuk lengan bawah maka sering pula muncul gerakan supinasi
·         Apabila refleks meninggi maka zona refleksogen akan meluas dan refleks biceps dapat muncul dengan megetuk klavikula
·         Jika refleks meninggi maka akan disertai juga oleh gerakan fleksi pergelangan tangan serta jari-jadi dan adduksi jari
·         M. Biceps brachii dipersarafi oleh n. Muskulokutaneus (C5-C6)

b.      Pemeriksaan refleks triceps
·         Penderita duduk dengan santai
·         Lengan penderita diletakkan diatas lengan pemeriksa
·         Lengan penderita dalam keadaan lemas, relaksasi sempurna
·         Pukul tendo triceps lewat fossa olecrani dengan refleks hammer
·         Triceps akakn berkontraksi dengan sedikit meyentak yang dapat dirasakan oleh penderita dan juga oleh tangan pemeriksa yang memegang tangan penderita.
·         M. Triceps dipersarafi oleh n. Radialis (C6-C8), preses refleksi melalui C7

c.       Pemeriksaan refleks brachiradialis
·         Penderita duduk dengan santai
·         Lengan penderita diletakkan diatas lengan pemeriksa
·         Pukul tendo brachioradialis bagian dital dengan menggunakan refleks hammer
·         Akan timbul gerakan menyentak pada lengan
·         M. Brachioradialis dipersarafi oleh n. Radialis melewati C8

d.      Pemeriksaan refleks klefsor jari tangan
·         Pemeriksaan ini juga disebut Wanterberg’s sign
·         Penderita duduk santai, tidak tegang
·         Tangan penderita dalam posisi setengan supinasi, tangan diletakkan di atas meja atau permukaan benda lain yang padat dan jari-jari dalam posisi fleksi ringan
·         Pemeriksa meletakkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada permukaan tangan penderita di bagian jari
·         Punggung jari pemeriksa dipukul secara ringan tapi cepat, dengan permukaan refleks hammer yang datar
·         Reaksinya adalah fleksi keempat jari tangan penderita secara fleksi ibu jari bagian distal
·         Pada umumnya refleks ini paling sulit ditimbulkan terutama bagi pemeriksa yang belum berpengalaman
·          Refleks ini dianggap sebagai salah satu refleks terpenting pada tangan/lengan

e.      Pemerikasaan refleks patela/kuadriceps
·         Penderita dalam keadaan duduk dengan kaki terjuntai
·         Daerah kira dan kanan tendo diraba terlebih dahulu untuk menetapkan daerah yang tepat
·         Tangan pemeriksa yang satu memegang paha penderita bagian distal, dan tangan yang lain memukul bagian tendo patela dengan refleks hammer secara cepat
·         Otot kuadriceps akan berkontraksi, tungkai bawah akan bergerak menyentak dan kemudian berayun sejenak
·         Apabila dengan cara diatas sulil, maka suruh penderita untuk tangannya berpegangan
·         Kemudian diminta untuk menarik kedua tangannya
·         Pukul tendo patela ketida penderita menarik tangnnya. Cara ini disebut reinforcement

f.        Pemeriksaan refleks archiles
·         Penderita duduk dengan tungkai terjuntai atau berbaring atau dapat pula penderita berlutut sehingga sebagian tungkai bawah dan kakinya terjulur ke luar
·         Pemeriksa sedikir meregangkan tendo archilles dengan cara menahan ujung kaki ke arah dorsofleksi
·         Tendo archilles dipukul dengan refleks hammer
·         Akan muncul gerakan fleksi kaki yang menyentak
 

5 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More